Connect with us

Mitigasi Bencana

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Published

on

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Ada ancaman yang datang dalam kesunyian. Ia tidak berisik. Tidak terlihat. Ia berpindah dari pohon ke buah, dari hewan ke manusia, dari satu napas ke napas berikutnya. Ia adalah Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Virus Nipah Bukan Virus Baru.

Pertama kali dikenali pada tahun 1999. Namun seperti banyak ancaman lain, ia sering dianggap jauh, seolah hanya milik negara lain, hanya berita lama, milik laboratorium. Padahal pembawanya hidup berdampingan dengan kita, di langit senja, di pepohonan, di alam yang kita anggap biasa.

Virus ini berasal dari kelelawar pemakan buah, kalong yang banyak hidup di Asia, Pasifik Selatan, hingga Australia. Hewan yang terlihat tenang itu dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala apa pun. Dari merekalah, virus Nipah berpindah. Ke buah yang kita petik, ke hewan ternak, juga ke manusia.

Penularan pertama ini dikenal sebagai spillover. Sebuah momen kecil yang sering luput disadari, namun dampaknya bisa sangat besar.

Pada manusia, Nipah tidak selalu datang sebagai penyakit berat di awal. Ia sering menyamar. Demam. Sakit kepala. Batuk. Nyeri tenggorokan. Sesak napas. Gejala yang terasa akrab, seolah hanya flu biasa. Tetapi pada sebagian orang, infeksi ini berkembang cepat. Otak mulai meradang. Kesadaran menurun. Kejang muncul tanpa peringatan. Dalam hitungan satu hingga dua hari, seseorang bisa jatuh ke dalam koma.

Virus Nipah Virus yang Berbahaya.

Bukan hanya karena tingkat kematiannya yang tinggi, tetapi karena kecepatannya menghancurkan. Penularannya pun tidak rumit. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi. Konsumsi buah atau minuman yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar. Kontak erat dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Setelah masuk ke tubuh manusia, virus ini tidak berhenti. Ia dapat berpindah dari orang ke orang, terutama dalam perawatan tanpa perlindungan yang memadai.

Sama halnya dengan Rabies, sampai hari ini, belum ada obat yang benar-benar terbukti menyembuhkan infeksi virus Nipah. Tidak ada terapi spesifik. Tidak ada jalan pintas. Penanganan hanya bersifat suportif, menjaga tubuh tetap bertahan, memberi cairan, mengelola gejala, dan berharap sistem imun mampu melawan.

Ini adalah pengingat yang tidak nyaman.
Bahwa tidak semua ancaman bisa kita obati.
Sebagian hanya bisa kita cegah.

Mencuci buah dengan benar. Menghindari konsumsi buah yang jatuh atau rusak. Menjaga jarak aman dari hewan liar. Menggunakan perlindungan saat merawat orang sakit. Hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele, namun justru menjadi garis pertahanan pertama.

Dalam pengalaman lapangan, ancaman terbesar bukan selalu bencana besar yang terlihat jelas. Justru yang paling berbahaya sering datang pelan, tanpa tanda, tanpa sirene, tanpa waktu untuk bersiap.

Virus Nipah mengajarkan kita satu hal penting.
Kewaspadaan bukanlah bentuk kepanikan.
Ini adalah adalah bentuk kepedulian.

Dan kepedulian, dalam banyak situasi, adalah satu-satunya hal yang membuat kita tetap hidup.

* Irvan / 00-003

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara
Mitigasi Bencana8 hours ago

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Salju Turun di Tanah Papua
Perubahan Iklim10 hours ago

Salju Turun di Tanah Papua

Bencana Tanah Longsor Bandung
Kegiatan IDERU19 hours ago

Laporan Kegiatan H+4 Respon Bencana Tanah Longsor Bandung

Layanan Kesehatan Gratis IDERU
Kegiatan IDERU4 days ago

Layanan Kesehatan Gratis IDERU Maninjau: Setitik Asa di Tengah Duka

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam
Kegiatan IDERU1 week ago

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam & Instansi Tanjung Balai Karimun

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera H.8

DPC SP KEP KSPI
Kegiatan IDERU2 weeks ago

DPC SP KEP KSPI Jakarta Timur Salurkan Donasi Melalui IDERU

Tanggap Bencana Banjir Maninjau
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Laporan Harian IDERU Operasi Tanggap Bencana Banjir Maninjau, 12 Januari 2026.

Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan Respon Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera H.1

Naiknya permukaan air laut
Konservasi dan Lingkungan3 weeks ago

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Mitigasi Bencana3 weeks ago

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Bencana Banjir bandang Sumatera Laporan IDERU Rapid Response
Kegiatan IDERU4 weeks ago

Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+24

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU1 month ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+16

Ponpes Al Bina
Kegiatan IDERU1 month ago

Emergency Response Plan di Ponpes Al Bina: Be Ready, Be Safe!

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana1 month ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana2 months ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana2 months ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News2 months ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan2 months ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana2 months ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana2 months ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU3 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana10 months ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana10 months ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana10 months ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana10 months ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU10 months ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU10 months ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik10 months ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity10 months ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity10 months ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival10 months ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Lo Celaka

Basic Survival Kit
Survival10 months ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Memilih Pisau Survival
Survival10 months ago

50 Tips Survival: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

setiap orang harus belajar survival
Survival10 months ago

Kenapa Setiap Orang Harus Belajar Survival, Bahkan yang Tinggal di Kota?

REDD+ di Indonesia
Perubahan Iklim10 months ago

REDD+ di Indonesia Itu Program Apa Sih: Penting Banget Ya?

andai dunia tanpa relawan
Volunteer10 months ago

Andai Dunia Tanpa Relawan: Kebayang Kacaunya Kayak Apa?

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian
Survival10 months ago

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian

Carbon Trading Adalah
Perubahan Iklim10 months ago

Carbon Trading: Istilah Apa Lagi Tuh?

Pajak Karbon Apaan Sih
Perubahan Iklim10 months ago

Pajak Karbon Apaan Sih: Solusi Jitu atau Beban Baru?

Tips Mudik Aman
Tips and Trik10 months ago

Tips Mudik Aman: Biar Perjalanan Selamat Sampai Tujuan

teknik survival di hutan
Survival11 months ago

Teknik Survival di Hutan: Panduan Bertahan Hidup di Belantara

Persiapan sebelum memulai pendakian
Outdoor Activity11 months ago

Persiapan Sebelum Memulai Pendakian

Cara Bikin Api Saat Survival
Survival11 months ago

Cara Bikin Api Saat Survival

Bumi lagi sakit parah
Perubahan Iklim11 months ago

Bumi Lagi Sakit Parah, Kita Mau Cuek Aja?