Published
7 minutes agoon
Tanah masih bergerak di bawah pijakan.
Cuaca silih berganti tanpa peringatan.
Tapi nilai kemanusiaan tetap harus diutamakan.
Memasuki hari ketujuh Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung, Tim IDERU kembali menjalankan tugas sejak pagi hingga sore hari, Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 07.00 hingga 16.30 WIB.
Fokus utama masih sama, menjaga denyut kehidupan di posko, memastikan logistik tetap berjalan, dan melanjutkan pencarian korban di area terdampak.
Hari ini, pengkondisian dapur umum untuk relawan gabungan terus dilakukan. Dapur umum bukan sekadar tempat memasak, tetapi pusat ketahanan energi bagi seluruh personel di lapangan. Bersamaan dengan itu, pengkondisian logistik dilakukan agar kebutuhan dasar relawan dan korban tetap terpenuhi di tengah situasi yang belum stabil.
Tim IDERU melanjutkan pencarian korban tanah longsor di beberapa sektor kerja, meliputi Sektor A1, A2, A3, serta B1 dan B2. Area ini menjadi fokus utama karena tingkat material longsor yang masih padat dan berpotensi menyimpan korban.
Lokasi kegiatan tersebar di Posko SAR Gabungan serta area worksite sektor-sektor tersebut, dengan koordinasi lapangan yang terus dijaga bersama unsur gabungan.
Hingga laporan ini disusun, tercatat sebanyak 113 jiwa terdampak.
Sebanyak 70 korban telah ditemukan, masih dalam pencarian sekitar 10 korban.
Dalam mendukung operasi hari ini, IDERU mengerahkan beberapa sumber daya, antara lain:
1 unit mobil
1 unit motor
7 helm safety
1 set Alkon
1 unit chainsaw
Seluruh peralatan digunakan secara optimal untuk menunjang pencarian dan operasional lapangan.
Sebanyak 8 personel terlibat langsung dalam kegiatan hari ini, terdiri dari:
7 personel IDERU
1 personel Potensi IDERU
Jumlah yang tidak besar, tetapi bekerja dengan fokus, disiplin, dan kesadaran penuh akan risiko.
Untuk mendukung kelancaran operasi, masih dibutuhkan beberapa perlengkapan penting, antara lain:
BBM untuk Alkon
Hazmat
Sarung tangan latex
Jas hujan
Logistik dapur umum
Disinfektan
Kebutuhan ini menjadi krusial mengingat kondisi cuaca dan medan yang terus berubah.
Beberapa kendala masih dihadapi di lapangan, terutama cuaca yang tidak menentu serta sumber air yang bercampur material kerikil, sehingga mempersulit penggunaan peralatan tertentu.
Untuk esok hari, IDERU merencanakan:
Pengkondisian Posko SAR Gabungan
Koordinasi lanjutan dengan Posko SAR Gabungan
Melanjutkan pencarian korban di Sektor A1 atas dan bawah, A2, A3 khusus, serta B1 dan B2
Pengkondisian dapur umum
Langkah-langkah ini disiapkan agar operasi tetap terarah dan efektif.
H+7 Pasca Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung. Cuaca terpantau cerah pada pagi hari dan berubah menjadi mendung pada siang hari. Perubahan ini menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan lapangan.
Posko IDERU berlokasi di Komplek Masjid Al Muhajirin, Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ini adalah titik pusat koordinasi, istirahat, dan konsolidasi seluruh personel IDERU di lapangan.
Hari ketujuh adalah tentang ketahanan.
Tentang konsistensi saat sorotan mulai redup.
Tentang memilih tetap ada, walau lelah semakin menerpa.
IDERU akan terus berada di lapangan, selama masih ada yang membutuhkan pertolongan.