Connect with us

Mitigasi Bencana

Jika Indonesia Blackout, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Published

on

Jika Indonesia Blackout

Jika Indonesia Blackout

Bayangkan ketika suatu malam mendadak listrik padam.

Awalnya kayak terasa biasa aja. Kita nunggu beberapa menit sambil buka ponsel, menyalakan senter, bahkan bercanda “ah paling juga ada gangguan kecil”

Lalu, satu jam berlalu, lima jam, delapan jam, lalu berhari-hari.

Sinyal ponsel mulai melemah. Air mulai menipis di beberapa tempat. Minimarket mulai kesulitan memproses pembayaran. Kota perlahan berubah gelap dan sepi, bukan cuma secara fisik, tapi juga secara psikologis.

Jika pemadaman ini berlangsung lebih dari tujuh hari, kita bukan hanya dihadapkan pada ketidaknyamanan. Kita mulai menghadapi krisis sosial.

IDERU tidak berniat untuk menakut-nakuti, artikel ini disusun semata untuk membangun ketahanan dan persiapan mitigasi.

Hari 1–2: Jangan Panik, Stabilkan Hidup

Kesalahan terbesar saat krisis adalah panik. Panik membuat orang membeli berlebihan, mengambil keputusan buruk, dan kehilangan kemampuan berpikir jernih.

Fokus pertama adalah stabilitas.

Yang perlu segera Anda lakukan:

  1. Amankan air bersih
    Tubuh manusia hanya bertahan sekitar tiga hari tanpa air. Isi semua wadah yang ada: ember, galon, botol, bahkan panci. lalu pikirkan juga alternatif mencari air dari sumber-sumber yang tidak membutuhkan listrik, misal sumur atau menggunakan pompa tangan (pompa dragon kalau istilah umum sih)
  2. Hemat baterai
    Matikan HP tidak penting, atau aktifkan mode hemat daya. Gunakan ponsel hanya untuk komunikasi penting saja.
  3. Masak makanan yang paling cepat rusak/kadaluarsa lebih dulu
    Isi kulkas adalah prioritas. Daging, susu, dan makanan beku harus segera dimasak sebelum basi. Dan buatlah perencanaan untuk stok makanan yang bisa disimpan lama, misal beras, makanan kaleng, dll.
  4. Bangun komunikasi dengan tetangga
    Krisis bukan waktunya untuk hidup individualis. Lingkungan yang saling mengenal jauh lebih aman daripada lingkungan yang saling curiga. Kenali lingkunganmu dari sekarang.

Ingat satu prinsip sederhana: ketahanan bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling siap.

Hari 3–4: Dunia Akan Terasa Mulai Melambat

Pada fase ini, masyarakat mulai merasakan dampak nyata.

ATM kemungkinan besar akan kosong. SPBU bisa antre panjang karena rantai distribusi terganggu. Rumah sakit bekerja dengan generator terbatas. Logistik tersendat.

Yang dibutuhkan sekarang adalah disiplin.

Prioritaskan makanan sederhana. Tidak perlu mewah. Karbohidrat, protein, dan air sudah cukup.

Kurangi mobilitas. Semakin sedikit Anda bergerak, semakin kecil risiko konflik dan kelelahan.

Mulai atur ritme hidup tanpa listrik. Bangun mengikuti matahari. Tidur lebih awal. Ini bukan kemunduran, ini bagian dari adaptasi.

Banyak orang tidak sadar bahwa tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk hidup tanpa teknologi modern. Kita hanya lupa caranya saja.

Hari 5–7: Ketahanan Mental Menjadi Penentu

Setelah hampir seminggu, tantangan terbesar bukan lagi logistik, melainkan mental.

Kegelapan panjang dapat memicu kecemasan. Ketidakpastian melahirkan rumor. Rumor menciptakan ketakutan.

Yang harus dijaga:

Jangan mudah percaya kabar tanpa verifikasi. Hoaks menyebar lebih cepat daripada bantuan.

Lindungi kelompok rentan. Anak-anak, lansia, dan orang sakit harus menjadi prioritas komunitas.

Tetap terhubung secara sosial. Percakapan sederhana di teras rumah bisa menjaga kewarasan lebih dari yang kita bayangkan.

Dan satu hal yang sering dilupakan: harapan adalah energi. Orang yang percaya keadaan akan membaik cenderung bertahan lebih lama.

Persiapan yang Seharusnya Kita Miliki Bahkan Sebelum Blackout Terjadi

Krisis tidak memberi kita waktu untuk belajar. Persiapan harus dilakukan saat keadaan masih normal.

Idealnya setiap rumah memiliki:

  • Cadangan air minimal untuk 3–7 hari
  • Makanan tahan lama seperti beras, sarden, atau makanan kaleng lainnya
  • Senter dan baterai cadangan
  • Power bank terisi penuh
  • Radio portable atau radio komunikasi akan lebih baik
  • Kotak P3K
  • Uang tunai secukupnya

Ini bukan tentang paranoia. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap diri dan keluarga.

Negara yang kuat dibangun oleh warga yang siap menghadapi skenario terburuk tanpa kehilangan kemanusiaannya.

Pelajaran Terbesar dari Sebuah Blackout

Listrik padam akan mengingatkan kita pada sesuatu yang sering terlupakan: peradaban modern itu ternyata sangat rapuh.

Kita terlalu bergantung pada sistem. Ketika sistem berhenti, karakter manusialah yang menentukan apakah kita runtuh atau bertahan.

Jika blackout terjadi, ia bukan hanya ujian infrastruktur. Ia adalah ujian solidaritas bagi kita.

Apakah kita akan saling berebut, atau saling menjaga?

Apakah kita akan menjadi panik, atau menjadi penenang?

Pada akhirnya, krisis selalu menyingkap siapa diri kita yang sebenarnya.

Jadi pertanyaannya bukan lagi tentang,
“Apa yang kita lakukan jika Indonesia blackout?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah kita sudah siap berdiri tegak ketika dunia tiba-tiba gelap?

******

Penulis: Irvan –  00.003

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika Indonesia Blackout
Mitigasi Bencana46 minutes ago

Jika Indonesia Blackout, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU1 day ago

Laporan H+52 Tim IDERU Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera

Cara Menyiapkan Ransum Makanan
Mitigasi Bencana3 days ago

Cara Menyiapkan Ransum Makanan 1 Tahun dalam Mitigasi Keadaan Perang

Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU3 days ago

IDERU H+7 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU4 days ago

Laporan IDERU H+6 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung Barat

Perubahan Iklim6 days ago

Ketika Banjir Mengubah Perumahan Menjadi Lautan

Salju Turun di Tanah Papua
Perubahan Iklim7 days ago

Salju Turun di Tanah Papua

Bencana Tanah Longsor Bandung
Kegiatan IDERU1 week ago

Laporan Kegiatan H+4 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Layanan Kesehatan Gratis IDERU
Kegiatan IDERU1 week ago

Layanan Kesehatan Gratis IDERU Maninjau: Setitik Asa di Tengah Duka

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam & Instansi Tanjung Balai Karimun

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera H.8

DPC SP KEP KSPI
Kegiatan IDERU2 weeks ago

DPC SP KEP KSPI Jakarta Timur Salurkan Donasi Melalui IDERU

Tanggap Bencana Banjir Maninjau
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan Harian IDERU Operasi Tanggap Bencana Banjir Maninjau, 12 Januari 2026.

Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera
Kegiatan IDERU4 weeks ago

Laporan Respon Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera H.1

Naiknya permukaan air laut
Perubahan Iklim4 weeks ago

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Mitigasi Bencana4 weeks ago

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Bencana Banjir bandang Sumatera Laporan IDERU Rapid Response
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+24

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU2 months ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+16

Ponpes Al Bina
Kegiatan IDERU2 months ago

Emergency Response Plan di Ponpes Al Bina: Be Ready, Be Safe!

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana2 months ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara
Mitigasi Bencana2 months ago

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana2 months ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana2 months ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News2 months ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan2 months ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana2 months ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana2 months ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU3 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana10 months ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana10 months ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana10 months ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana10 months ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU10 months ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU11 months ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik11 months ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity11 months ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity11 months ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival11 months ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Lo Celaka

Basic Survival Kit
Survival11 months ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Memilih Pisau Survival
Survival11 months ago

50 Tips Survival: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

setiap orang harus belajar survival
Survival11 months ago

Kenapa Setiap Orang Harus Belajar Survival, Bahkan yang Tinggal di Kota?

REDD+ di Indonesia
Perubahan Iklim11 months ago

REDD+ di Indonesia Itu Program Apa Sih: Penting Banget Ya?

andai dunia tanpa relawan
Volunteer11 months ago

Andai Dunia Tanpa Relawan: Kebayang Kacaunya Kayak Apa?

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian
Survival11 months ago

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian

Carbon Trading Adalah
Perubahan Iklim11 months ago

Carbon Trading: Istilah Apa Lagi Tuh?