Connect with us

Mitigasi Bencana

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Published

on

Karena bencana terbesar bukanlah ledakan perang nuklir… melainkan ketika manusia sudah lupa caranya menjadi manusia.


Suatu hari, kehidupan berjalan seperti biasa.
Warung kopi buka. Motor lalu-lalang. Anak sekolah tertawa.
Langit biru. Hidup berjalan.

Mendadak… dunia berubah.

Bukan dengan suara petir,
bukan dengan guncangan gempa,
tapi adanya satu kalimat pendek di layar ponsel:

“Nuklir telah diluncurkan.”

Kami di IDERU berharap, hari itu tidak akan pernah datang.

Tapi kami juga tahu, dunia hari ini lagi tidak stabil.
Terlalu banyak konflik. Terlalu banyak senjata. Terlalu banyak ego. Terlalu sedikit empati.

Dan karena itu, IDERU tidak menunggu dunia hancur untuk bicara.
Kami bicara sekarang. Untuk Anda. Untuk kita semua.


Indonesia Mungkin Tidak Diserang, Tapi Kita Tidak Kebal

Banyak yang berkata,
“Tenang, Indonesia bukan target.”

Benar.
Tapi perang nuklir tidak bekerja seperti perang biasa.

Radiasi tidak peduli paspor.
Krisis pangan tidak menghormati batas negara.
Kepanikan tidak membaca peta.

Jika perang nuklir terjadi di belahan dunia lain, Indonesia bisa terdampak melalui:

  • Lumpuhnya rantai pasok pangan dan obat

  • Kacau-nya sistem ekonomi dan distribusi

  • Gangguan satelit, komunikasi, dan listrik

  • Ledakan kepanikan sosial dan konflik horizontal

Dan dalam situasi seperti itu,
yang paling berbahaya bukan bom…
tapi manusia yang bingung dan panik.


Pesan IDERU yang Pertama: Jangan Panik, Tapi Jangan Lengah

Dalam setiap bencana besar, yang runtuh lebih dulu bukan gedung,
melainkan pikiran.

Panik membuat orang menimbun.
Panik membuat orang menyerobot.
Panik membuat orang menjadi serigala bagi sesamanya.

Karena itu, IDERU ingin masyarakat Indonesia ingat satu hal:

Tenang bukan berarti bodoh.
Siaga bukan berarti takut.

Tenang adalah senjata.
Siap adalah perlindungan.


Pesan IDERU yang Kedua: Siapkan Diri, Bukan Menunggu Diselamatkan

Dalam krisis besar, negara akan sibuk mengurus sistem.
Tentara. Infrastruktur. Kebijakan.

Tapi di level paling dasar,
yang menentukan selamat atau tidak adalah kesiapan pribadi dan komunitas.

IDERU mengajak masyarakat mulai dari hal yang sangat sederhana:

  • Simpan stok makanan pokok

  • Siapkan air bersih

  • Miliki obat pribadi dan P3K

  • Sediakan sumber cahaya & daya cadangan

  • Kenali tetangga, RT, dan komunitas sekitar

Karena saat dunia kacau,
yang pertama menolong Anda bukan pejabat…
tapi orang yang rumahnya paling dekat.


Pesan IDERU yang Ketiga: Pangan adalah Benteng Terakhir

Jika perang nuklir terjadi, negara produsen pangan bisa lumpuh.
Impor bisa berhenti. Harga bisa melonjak. Stok bisa kosong.

Saat itu, uang bisa tidak berarti apa-apa.
Tapi sebutir nasi tetap bernilai hidup.

Karena itu, IDERU mendorong:

  • Menanam di rumah

  • Berkebun di halaman

  • Lumbung pangan komunitas

  • Gerakan simpan dan berbagi

Ini bukan gaya hidup.
Ini strategi bertahan.

Karena bangsa yang tidak bisa makan, akan mudah dipatahkan.


Pesan IDERU yang Keempat: Jangan Kehilangan Kemanusiaan

Sejarah selalu memberi pelajaran yang sama:
saat sistem runtuh, manusia terbelah dua.

Yang satu saling melindungi.
Yang lain saling memangsa.

IDERU berdiri di pihak yang pertama.

Kami mengajak masyarakat Indonesia:

  • Jangan menimbun berlebihan

  • Jangan memanfaatkan penderitaan

  • Jangan mengorbankan orang lain demi rasa aman sendiri

Karena perang nuklir bukan hanya menghancurkan kota,
tapi bisa menghancurkan nurani.

Dan tanpa nurani, kita bukan penyintas.
Kita hanya mayat yang berjalan.


Pesan IDERU yang Kelima: Jaga Mental, Jaga Jiwa

Dalam bencana besar, luka tidak selalu terlihat.
Banyak yang hancur di dalam.

Takut. Kehilangan. Trauma. Putus asa.

Itulah sebabnya IDERU selalu menekankan pentingnya:

  • Psychological First Aid

  • Dukungan emosional

  • Kehadiran, bukan sekadar bantuan

Karena seringkali,
yang menyelamatkan seseorang bukan makanan…
tapi didengarkan.


Mengapa IDERU Bicara Soal Ini?

Karena kami tidak menunggu headline berdarah baru bergerak.
Karena kami tidak menunggu dunia runtuh baru peduli.

IDERU lahir dari satu keyakinan sederhana:

Bencana mungkin tidak bisa dicegah,
tapi penderitaan selalu bisa dikurangi.

Kami tidak menjanjikan dunia tanpa bencana.
Kami menjanjikan manusia yang tidak sendirian saat bencana.


Dari IDERU untuk Indonesia

Kami tidak menulis ini untuk menakut-nakuti.
Kami menulis ini karena kami peduli.

Karena di balik statistik ada ibu.
Di balik grafik ada anak.
Di balik berita ada manusia.

Jika suatu hari dunia benar-benar gelap,
kami ingin Indonesia tidak ikut gelap.

Kami ingin Indonesia tetap saling menyalakan.

Itulah IDERU.
Itulah kemanusiaan.
Dan itulah alasan kami tidak pernah diam.

IDERU – Bergerak Terus Untuk Indonesia!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara
Mitigasi Bencana2 weeks ago

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Jika Indonesia Blackout
Mitigasi Bencana2 weeks ago

Jika Indonesia Blackout, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan H+52 Tim IDERU Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera

Cara Menyiapkan Ransum Makanan
Mitigasi Bencana3 weeks ago

Cara Menyiapkan Ransum Makanan 1 Tahun dalam Mitigasi Keadaan Perang

Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU3 weeks ago

IDERU H+7 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan IDERU H+6 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung Barat

Perubahan Iklim3 weeks ago

Ketika Banjir Mengubah Perumahan Menjadi Lautan

Salju Turun di Tanah Papua
Perubahan Iklim3 weeks ago

Salju Turun di Tanah Papua

Bencana Tanah Longsor Bandung
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan Kegiatan H+4 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Layanan Kesehatan Gratis IDERU
Kegiatan IDERU4 weeks ago

Layanan Kesehatan Gratis IDERU Maninjau: Setitik Asa di Tengah Duka

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam
Kegiatan IDERU1 month ago

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam & Instansi Tanjung Balai Karimun

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU1 month ago

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera H.8

DPC SP KEP KSPI
Kegiatan IDERU1 month ago

DPC SP KEP KSPI Jakarta Timur Salurkan Donasi Melalui IDERU

Tanggap Bencana Banjir Maninjau
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan Harian IDERU Operasi Tanggap Bencana Banjir Maninjau, 12 Januari 2026.

Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan Respon Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera H.1

Naiknya permukaan air laut
Perubahan Iklim1 month ago

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Mitigasi Bencana1 month ago

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Bencana Banjir bandang Sumatera Laporan IDERU Rapid Response
Kegiatan IDERU2 months ago

Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+24

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU2 months ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+16

Ponpes Al Bina
Kegiatan IDERU2 months ago

Emergency Response Plan di Ponpes Al Bina: Be Ready, Be Safe!

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana2 months ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana3 months ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana3 months ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News3 months ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan3 months ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana3 months ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana3 months ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU3 months ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU3 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana11 months ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana11 months ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana11 months ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana11 months ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU11 months ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU11 months ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik11 months ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity11 months ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity11 months ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival11 months ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Lo Celaka

Basic Survival Kit
Survival11 months ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Memilih Pisau Survival
Survival11 months ago

50 Tips Survival: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

setiap orang harus belajar survival
Survival11 months ago

Kenapa Setiap Orang Harus Belajar Survival, Bahkan yang Tinggal di Kota?

REDD+ di Indonesia
Perubahan Iklim11 months ago

REDD+ di Indonesia Itu Program Apa Sih: Penting Banget Ya?

andai dunia tanpa relawan
Volunteer11 months ago

Andai Dunia Tanpa Relawan: Kebayang Kacaunya Kayak Apa?

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian
Survival11 months ago

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian

Carbon Trading Adalah
Perubahan Iklim11 months ago

Carbon Trading: Istilah Apa Lagi Tuh?