Connect with us

Perubahan Iklim

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Published

on

Naiknya permukaan air laut

Naiknya Permukaan Air Laut

Ada kota yang dibangun di atas tanah.
Ada kota yang dibangun di atas mimpi.
Dan ada kota yang hari ini perlahan dibangun di atas air.

Kota itu adalah Jakarta.

Ia tidak tenggelam dalam semalam.
Tidak runtuh oleh satu gempa besar.
Ia turun pelan, nyaris tak terasa, tahun demi tahun.

Pada saat yang sama, muka air laut naik tanpa suara.
Tanpa emosi.
Tanpa kompromi.

Dan di antara dua gerakan yang berlawanan ini, jutaan manusia hidup.
Berharap.
Bertahan.
Sering kali tanpa sadar bahwa mereka sedang berdiri di garis depan perubahan besar.

Air Tidak Pernah Menyerang. Ia Menunggu.

Masih banyak yang berkata, banjir hanya soal hujan.
Rob hanya soal pasang.
Jakarta memang sudah biasa seperti ini.

Padahal yang terjadi bukan sekadar banjir musiman.
Yang terjadi adalah pergeseran sistem alam.

Es di Antarktika dan Greenland mencair.
Volume air laut global bertambah.
Sementara Jakarta justru turun.

Di beberapa titik Jakarta Utara, penurunan tanah mencapai 5 hingga 12 sentimeter per tahun.
Ini bukan teori.
Bukan wacana.
Ini data.

Muara Baru.
Pluit.
Penjaringan.
Kamal Muara.
Ancol.
Pademangan.
Tanjung Priok.

Nama-nama ini bukan hanya wilayah administratif.
Mereka adalah zona merah yang bekerja dalam senyap.

Ketika Laut Masuk dan Sungai Tidak Bisa Keluar

Secara alami, sungai mengalir ke laut.
Namun apa yang terjadi ketika permukaan laut lebih tinggi dari sungai?

Air sungai melambat.
Tertahan.
Berhenti.
Lalu berbalik.

Inilah yang dikenal sebagai backwater effect.
Fenomena yang oleh warga dirasakan sebagai air naik dari got, air muncul dari lantai, air yang tidak mau surut.

Bukan karena hujan belum berhenti.
Melainkan karena laut telah menutup pintu keluar.

Ciliwung, Angke, Sunter, Pesanggrahan, semuanya bermuara ke laut.
Ketika laut menekan dari hilir, Jakarta menjadi wadah terakhir.

Itulah sebabnya banjir hari ini datang lebih cepat,
lebih tinggi,
dan lebih lama pergi.

Ini bukan siklus biasa.
Ini sistem yang mulai kalah.

Jakarta Tidak Lagi Hidup oleh Alam, Tapi oleh Mesin

Hari ini Jakarta bertahan karena pompa, pintu air, tanggul, dan listrik.
Bukan karena keseimbangan alam.

Pompa mati, air naik.
Listrik padam, air masuk.
Satu tanggul jebol, air menemukan jalannya sendiri.

Jakarta tidak sedang melawan air.
Jakarta sedang menunda air.

Dan menunda bukan berarti menang.

Skenario yang Tidak Kita Inginkan, Tapi Harus Kita Pahami

Jika muka air laut naik 50 sentimeter, rob akan menjadi kejadian rutin.
Wilayah pesisir akan tergenang bahkan tanpa hujan.

Jika naik satu meter, sebagian Jakarta Utara akan mengalami genangan permanen.
Permukiman mulai ditinggalkan perlahan.

Jika kenaikan laut terus berjalan dan penurunan tanah tidak berhenti,
Jakarta Utara tidak lagi berupa daratan,
melainkan laguna.
Kota di balik tanggul, bukan kota di atas tanah.

Semua ini bukan cerita akhir abad.
Sebagiannya sudah terjadi hari ini.

Yang Tenggelam Bukan Hanya Rumah, Tapi Kehidupan

Ketika air laut masuk, sumur menjadi asin.
Tanah kehilangan daya hidup.
Tanaman mati.
Besi berkarat.
Dinding lapuk.
Dan harapan terkikis pelan-pelan.

Ini bukan hanya bencana fisik.
Ini bencana sosial.

Ketika kampung tergenang permanen, orang pindah.
>Ketika orang pindah, komunitas pecah.
>Ketika komunitas pecah, konflik lahir.
Dan yang paling lemah selalu membayar harga tertinggi.

Rantai ini jarang dibicarakan,
padahal dampaknya jauh melampaui genangan air.

Pemindahan Ibu Kota Bukan Simbol, Tapi Sinyal

Banyak yang mengira pemindahan ibu kota hanya soal kemacetan, polusi, atau politik.
Padahal ada kesadaran diam-diam di baliknya.

Jakarta memiliki batas umur geografis.

Bukan besok.
Bukan tahun depan.
Namun pasti.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Jakarta akan terdampak.
Melainkan seberapa siap kita ketika dampak itu hadir sepenuhnya.

Di Sini Peran Kemanusiaan Menjadi Nyata

IDERU percaya bahwa bencana bukan hanya soal alam,
tetapi soal siapa yang ditinggalkan.

Ketika laut naik, yang pertama pergi adalah mereka yang punya pilihan.
Yang terakhir bertahan adalah mereka yang tidak punya.

Bukan karena mereka tidak tahu bahaya,
melainkan karena mereka tidak tahu harus ke mana.

Di titik itulah kemanusiaan diuji.

Air Tidak Bisa Dinegosiasikan, Tapi Manusia Bisa Diselamatkan

Kita tidak bisa menghentikan laut dengan doa.
Tidak bisa menahan es mencair dengan spanduk.
Tidak bisa melawan geografi dengan optimisme kosong.

Namun kita bisa mempersiapkan masyarakat.
Membangun kesadaran.
Memperkuat komunitas.
Dan memastikan tidak ada yang tenggelam sendirian.

Bencana bukan soal jika.
Bencana adalah soal kapan.

Dan kemanusiaan adalah soal siapa yang kita lindungi lebih dulu.

Jakarta Sedang Berubah. Apakah Kita Siap Berubah Juga?

Air tidak tergesa.
Tidak emosional.
Tidak berisik.

Ia hanya konsisten.

Dan ketika manusia lengah,
air mengambil kembali.
Bukan dengan kemarahan,
melainkan dengan kepastian.

Naiknya permukaan air laut adalah keniscayaan.

IDERU tidak berdiri untuk menakut-nakuti.
IDERU berdiri untuk mengingatkan pentingnya mitigasi.

Karena jauh lebih baik bersiap dalam sunyi,
daripada panik ketika segalanya sudah tidak terkendali.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara
Mitigasi Bencana2 weeks ago

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Jika Indonesia Blackout
Mitigasi Bencana2 weeks ago

Jika Indonesia Blackout, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan H+52 Tim IDERU Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera

Cara Menyiapkan Ransum Makanan
Mitigasi Bencana3 weeks ago

Cara Menyiapkan Ransum Makanan 1 Tahun dalam Mitigasi Keadaan Perang

Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU3 weeks ago

IDERU H+7 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan IDERU H+6 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung Barat

Perubahan Iklim3 weeks ago

Ketika Banjir Mengubah Perumahan Menjadi Lautan

Salju Turun di Tanah Papua
Perubahan Iklim3 weeks ago

Salju Turun di Tanah Papua

Bencana Tanah Longsor Bandung
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Laporan Kegiatan H+4 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Layanan Kesehatan Gratis IDERU
Kegiatan IDERU4 weeks ago

Layanan Kesehatan Gratis IDERU Maninjau: Setitik Asa di Tengah Duka

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam
Kegiatan IDERU1 month ago

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam & Instansi Tanjung Balai Karimun

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU1 month ago

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera H.8

DPC SP KEP KSPI
Kegiatan IDERU1 month ago

DPC SP KEP KSPI Jakarta Timur Salurkan Donasi Melalui IDERU

Tanggap Bencana Banjir Maninjau
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan Harian IDERU Operasi Tanggap Bencana Banjir Maninjau, 12 Januari 2026.

Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan Respon Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera H.1

Naiknya permukaan air laut
Perubahan Iklim1 month ago

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Mitigasi Bencana1 month ago

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Bencana Banjir bandang Sumatera Laporan IDERU Rapid Response
Kegiatan IDERU2 months ago

Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+24

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU2 months ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+16

Ponpes Al Bina
Kegiatan IDERU2 months ago

Emergency Response Plan di Ponpes Al Bina: Be Ready, Be Safe!

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana2 months ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana3 months ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana3 months ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News3 months ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan3 months ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana3 months ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana3 months ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU3 months ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU3 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana11 months ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana11 months ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana11 months ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana11 months ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU11 months ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU11 months ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik11 months ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity11 months ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity11 months ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival11 months ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Lo Celaka

Basic Survival Kit
Survival11 months ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Memilih Pisau Survival
Survival11 months ago

50 Tips Survival: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

setiap orang harus belajar survival
Survival11 months ago

Kenapa Setiap Orang Harus Belajar Survival, Bahkan yang Tinggal di Kota?

REDD+ di Indonesia
Perubahan Iklim11 months ago

REDD+ di Indonesia Itu Program Apa Sih: Penting Banget Ya?

andai dunia tanpa relawan
Volunteer11 months ago

Andai Dunia Tanpa Relawan: Kebayang Kacaunya Kayak Apa?

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian
Survival11 months ago

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian

Carbon Trading Adalah
Perubahan Iklim11 months ago

Carbon Trading: Istilah Apa Lagi Tuh?