Connect with us

Survival

Teknik Survival di Hutan: Panduan Bertahan Hidup di Belantara

Published

on

teknik survival di hutan

Hutan merupakan lingkungan yang penuh dengan keindahan alam dan keanekaragaman hayati. Namun, bagi sebagian orang, hutan juga bisa menjadi tempat yang menakutkan dan berbahaya jika mereka tidak memiliki pengetahuan tentang teknik survival di hutan.

Jadi kalau kamu berencana untuk melakukan petualangan di hutan, penting banget buat kamu memahami teknik survival di hutan berikut ini, agar kamu bisa tetap aman dan juga bisa bertahan hidup dalam kondisi darurat.

  1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Saat kamu tersesat atau menghadapi situasi darurat di hutan, hal paling penting yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan jangan panik. Panik hanya akan membuat kamu kehilangan fokus dan menguras energi lebih cepat. Coba tarik napas dalam, duduk sebentar, dan pikirkan langkah-langkah yang harus diambil.

  1. Mencari Air sebagai Prioritas Utama

Air adalah kebutuhan utama untuk bertahan hidup. Dalam kondisi darurat, dehidrasi bisa terjadi lebih cepat dari kelaparan. Kamu bisa mencari sumber air seperti sungai, mata air, atau embun di dedaunan. Kalau kamu menemukan air tapi ragu dengan kebersihannya, coba rebus dulu atau gunakan penyaring sederhana dari pasir dan arang untuk memurnikannya.

  1. Menemukan Sumber Makanan di Alam

Makanan juga penting buat bertahan hidup di hutan. Beberapa pilihan sumber makanan yang bisa kamu manfaatkan di hutan saat darurat adalah:

  • Buah-buahan liar (pastikan bukan yang beracun!)
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
  • Serangga seperti belalang dan ulat sagu
  • Ikan dari sungai
  • Hewan kecil seperti burung atau tupai

Kalau kamu ragu dengan jenis makanan yang aman, lebih baik pilih sumber makanan yang sudah jelas bisa dikonsumsi.

  1. Membangun Tempat Berlindung

Tempat berlindung berfungsi buat melindungi diri kamu dari cuaca buruk, hujan, dan serangan hewan liar. Ada beberapa jenis tempat berlindung yang bisa kamu buat, seperti:

  • Lean-to shelter: Gunakan cabang kayu besar yang disandarkan ke pohon dan tutup dengan dedaunan.
  • A-frame shelter: Gunakan dua batang kayu besar yang disusun membentuk segitiga dan ditutup dengan ranting serta daun.
  • Debris shelter: Gunakan daun dan ranting kering untuk membuat tempat berlindung yang lebih nyaman.
  1. Membuat Api untuk Bertahan Hidup

Api bisa membantu kamu memasak makanan, memberi kehangatan, dan mengusir binatang liar. Kalau kamu nggak punya korek api, kamu bisa coba metode cara membuat api seperti:

  • Menggunakan batu dan besi untuk memercikkan api
  • Gosokan kayu (fire bow drill)
  • Menggunakan kaca pembesar untuk membakar daun kering

Pastikan kamu membuat api di tempat yang aman dan nggak merusak lingkungan.

  1. Mempelajari Tanda-Tanda Alam

Kalau kamu tersesat di hutan, kamu bisa menggunakan tanda-tanda alam buat menemukan jalan keluar:

  • Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat
  • Air mengalir selalu menuju ke tempat yang lebih rendah (bisa jadi ada pemukiman manusia di sana)
  • Jejak binatang bisa mengarah ke sumber air atau tempat yang aman

Dengan memahami tanda-tanda ini, kamu bisa menentukan arah yang lebih tepat buat keluar dari hutan.

  1. Membawa Persediaan Darurat

Sebelum masuk ke hutan, pastikan juga untuk membawa beberapa perlengkapan survival dasar ya, seperti:

  • Pisau lipat multifungsi
  • Korek api atau fire starter
  • Kompas dan peta
  • Tali paracord
  • Senter dan baterai cadangan
  • Obat-obatan dasar
  • Selimut darurat
  • hammock parasut ringan
  • peluit

Persiapan ini bisa meningkatkan peluang untuk bertahan hidup lebih lama dalam kondisi darurat.

  1. Berkomunikasi dengan Tim atau Orang Lain

Kalau kamu pergi ke hutan bareng teman atau kelompok, penting banget buat menjaga komunikasi. Kalau kamu terpisah, coba gunakan metode seperti:

  • Meniup peluit tiga kali sebagai tanda bahaya
  • Menggunakan sinyal asap jika memungkinkan
  • Membuat tanda di tanah menggunakan batu atau ranting

Pastikan sebelum masuk ke hutan, kamu dan tim sudah punya rencana komunikasi dan titik temu jika ada yang tersesat.

  1. Tetap Menjaga Kesehatan dan Kebugaran

Fisik yang kuat bakal sangat membantu untuk bisa bertahan di hutan. Usahakan tetap bergerak agar badan tetap hangat, tapi jangan sampai tubuh kamu kelelahan juga, jaga juga asupan makanan, jaga kebersihan tubuh juga penting supaya kamu terhindar dari infeksi atau penyakit yang bisa memperburuk kondisi kamu di alam liar.

  1. Memiliki Mental yang Kuat dan Optimis

Bertahan hidup di hutan itu bukan cuma soal fisik, tapi juga soal mental bro. Kamu harus tetap berpikir positif, percaya diri, dan nggak gampang menyerah. Ingat, banyak orang berhasil bertahan hidup di alam liar hanya karena mereka punya mental baja dan nggak kehilangan harapan.

Penutup

Teknik survival di hutan bukan hanya soal bertahan hidup, tapi juga soal memahami alam dan bisa beradaptasi dengan lingkungan liar. Dengan menguasai cara mencari air dan makanan, membangun tempat berlindung, cara membuat api, membaca tanda-tanda alam, serta memiliki mental yang kuat, kamu bisa meningkatkan peluang bertahan hidup di hutan. Persiapkan diri kamu dengan baik sebelum masuk ke hutan, dan jangan lupa selalu menghormati alam. Stay safe dan nikmati petualangan kamu!

Mau belajar bareng IDERU untuk semua hal di atas? Emang bisa? Emang boleh?

Bolehhh dong, email kami aja ya di ideru.official@gmail.com dan utarakan niat dan keinginan kamu untuk bergabung bersama kami di email itu ya.

 

 

** Berikut ini ada video menarik yang berkaitan, dari channel Tom McElroy-Wild Survival tentang:

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara
Mitigasi Bencana1 week ago

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

Jika Indonesia Blackout
Mitigasi Bencana1 week ago

Jika Indonesia Blackout, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Laporan H+52 Tim IDERU Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera

Cara Menyiapkan Ransum Makanan
Mitigasi Bencana2 weeks ago

Cara Menyiapkan Ransum Makanan 1 Tahun dalam Mitigasi Keadaan Perang

Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU2 weeks ago

IDERU H+7 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Laporan IDERU H+6 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung Barat

Perubahan Iklim2 weeks ago

Ketika Banjir Mengubah Perumahan Menjadi Lautan

Salju Turun di Tanah Papua
Perubahan Iklim2 weeks ago

Salju Turun di Tanah Papua

Bencana Tanah Longsor Bandung
Kegiatan IDERU2 weeks ago

Laporan Kegiatan H+4 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Layanan Kesehatan Gratis IDERU
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Layanan Kesehatan Gratis IDERU Maninjau: Setitik Asa di Tengah Duka

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam
Kegiatan IDERU4 weeks ago

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam & Instansi Tanjung Balai Karimun

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU4 weeks ago

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera H.8

DPC SP KEP KSPI
Kegiatan IDERU4 weeks ago

DPC SP KEP KSPI Jakarta Timur Salurkan Donasi Melalui IDERU

Tanggap Bencana Banjir Maninjau
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan Harian IDERU Operasi Tanggap Bencana Banjir Maninjau, 12 Januari 2026.

Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan Respon Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera H.1

Naiknya permukaan air laut
Perubahan Iklim1 month ago

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Mitigasi Bencana1 month ago

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Bencana Banjir bandang Sumatera Laporan IDERU Rapid Response
Kegiatan IDERU1 month ago

Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+24

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU2 months ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+16

Ponpes Al Bina
Kegiatan IDERU2 months ago

Emergency Response Plan di Ponpes Al Bina: Be Ready, Be Safe!

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana2 months ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU2 months ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana2 months ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana2 months ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News2 months ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan2 months ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana3 months ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana3 months ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU3 months ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU3 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan10 months ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana10 months ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana10 months ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana11 months ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana11 months ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU11 months ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU11 months ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik11 months ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan11 months ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity11 months ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity11 months ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival11 months ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Lo Celaka

Basic Survival Kit
Survival11 months ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Memilih Pisau Survival
Survival11 months ago

50 Tips Survival: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

setiap orang harus belajar survival
Survival11 months ago

Kenapa Setiap Orang Harus Belajar Survival, Bahkan yang Tinggal di Kota?

REDD+ di Indonesia
Perubahan Iklim11 months ago

REDD+ di Indonesia Itu Program Apa Sih: Penting Banget Ya?

andai dunia tanpa relawan
Volunteer11 months ago

Andai Dunia Tanpa Relawan: Kebayang Kacaunya Kayak Apa?

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian
Survival11 months ago

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian

Carbon Trading Adalah
Perubahan Iklim11 months ago

Carbon Trading: Istilah Apa Lagi Tuh?