Connect with us

Mitigasi Bencana

Jika Terjadi Krisis Pangan: Apa yang Harus Dilakukan Saat Semua Orang Kelaparan?

Published

on

krisis pangan apa yang harus dilakukan

Bayangkan suatu hari rak-rak minimarket kosong. Pasar mulai sepi. Harga beras naik berkali-kali lipat. Orang-orang mulai berebut bahan makanan. Apa yang akan Anda lakukan?

Mungkin terdengar seperti adegan film ya sob, tetapi kenyataannya krisis pangan memang pernah terjadi di banyak negara. Penyebabnya bermacam-macam: perang, bencana alam, perubahan iklim, gagal panen, pandemi, hingga terganggunya rantai distribusi.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang subur. Namun  itu bukan berarti kita kebal dari ancaman krisis pangan loh!

Cuaca ekstrem, banjir, kekeringan panjang, hingga ketergantungan terhadap distribusi pangan dari daerah lain dapat memicu kelangkaan bahan makanan di wilayah tertentu.

Pertanyaannya bukan “Memang beneran bisa terjadi?”, tetapi “apakah kita siap jika suatu hari, itu benar-benar terjadi?”

Krisis Pangan Itu Apa sih?

Krisis pangan adalah kondisi ketika masyarakat kesulitan memperoleh makanan yang cukup, baik karena stok yang terbatas, harga yang sangat mahal, maupun distribusi yang terputus.

Pada tahap awal, masyarakat biasanya hanya merasakan kenaikan harga.

Namun jika situasi memburuk, dampaknya bisa berkembang menjadi:

  • antrean panjang membeli bahan pokok;
  • pembatasan pembelian;
  • penjarahan toko;
  • meningkatnya angka kriminalitas;
  • gizi buruk;
  • konflik sosial akibat perebutan sumber makanan.

Karena itu, kesiapsiagaan jauh lebih penting daripada kepanikan.

Jangan Menunggu Lapar Baru Bersiap

Kesalahan terbesar banyak orang adalah, menganggap persediaan makanan hanya diperlukan ketika bencana sudah terjadi.

Padahal saat semua orang mulai panik, biasanya banyak toko justru sudah kosong.

Persiapan ideal justru dilakukan ketika keadaan masih normal.

Tidak perlu menimbun berlebihan. Cukup siapkan stok makanan yang memang akan digunakan secara bertahap.

Prinsipnya sederhana:

Persediaan yang masuk harus terus dipakai dan diganti kembali (rotasi stok).

Dengan cara ini makanan tidak kedaluwarsa, tetapi keluarga kita akan selalu memiliki cadangan.

Simpan Bahan Makanan yang Tahan Lama

Prioritaskan makanan yang mudah disimpan selama berbulan-bulan.

Contohnya:

  • beras;
  • mie instan;
  • oatmeal;
  • kacang-kacangan kering;
  • tepung;
  • gula;
  • garam;
  • minyak goreng;
  • ikan sarden kaleng;
  • kornet;
  • susu bubuk;
  • madu.

Jangan lupa sediakan juga air minum.

Idealnya setiap orang memiliki cadangan minimal 2–3 liter air per hari untuk minum dan kebutuhan dasar.

Belajar Menghemat Makanan

Saat stok mulai terbatas, pola makan juga perlu disesuaikan sob.

Bukan berarti kamu harus belajar kelaparan, tetapi mencoba lebih bijak aja dalam mengatur konsumsi.

Ini beberapa langkah sederhananya:

  • hindari membuang makanan;
  • manfaatkan sisa makanan menjadi menu baru;
  • masak secukupnya;
  • dahulukan bahan yang cepat rusak;
  • atur jadwal makan secara disiplin.

Ingat, dalam kondisi krisis, setiap butir nasi memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding hari-hari biasa.

Mulai Menanam Makanan Sendiri

Tidak harus memiliki lahan luas kok.

Bahkan halaman sempit, pot, ember bekas, atau botol plastik pun dapat dimanfaatkan.

Tanaman yang relatif mudah dibudidayakan antara lain:

  • cabai;
  • kangkung;
  • bayam;
  • sawi;
  • tomat;
  • daun bawang;
  • singkong;
  • ubi jalar.
  • Kelor.

Memang hasilnya tidak langsung besar.

Namun kalau kalian mulai dari sekarang, suatu saat hal ini dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Pelihara Keterampilan, Bukan Hanya Persediaan

Stok makanan suatu saat akan habis.

Yang lebih berharga adalah kemampuan untuk menghasilkan makanan.

Misalnya:

  • berkebun;
  • beternak skala kecil;
  • memancing;
  • mengawetkan makanan;
  • membuat kompos;
  • menyimpan benih tanaman.

Memiliki keterampilan seperti ini, sering kali lebih bernilai daripada uang ketika situasi benar-benar sulit.

Bangun Hubungan Baik dengan Tetangga

Saat krisis besar terjadi, tidak ada satu keluarga pun yang mampu bertahan sendirian dalam jangka panjang.

Masyarakat yang saling mengenal biasanya jauh lebih kuat dibanding individu yang hidup sendiri.

Gotong royong dapat berupa:

  • berbagi informasi;
  • saling menjaga keamanan lingkungan;
  • bertukar hasil panen;
  • memasak bersama;
  • membantu lansia dan anak-anak.

Indonesia memiliki budaya gotong royong yang sejak dulu terbukti mampu membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.

Jangan Terjebak Panic Buying

Saat muncul kabar kelangkaan pangan, banyak orang biasanya akan langsung membeli dalam jumlah besar.

Akibatnya justru terjadi kekosongan stok yang bisa memperparah keadaan.

Belilah sesuai kebutuhan.

Persiapan bukan berarti menimbun.

Menyimpan stok untuk keluarga adalah tindakan yang bijak.

Mengambil jauh lebih banyak daripada yang diperlukan justru dapat merugikan orang lain dan dirimu sendiri juga pada akhirnya.

Tetap Jaga Keamanan

Kelaparan dapat memicu meningkatnya kriminalitas.

Karena itu:

  • hindari memamerkan persediaan makanan;
  • simpan stok di tempat aman;
  • perkuat komunikasi dengan warga sekitar;
  • ikuti arahan pemerintah dan aparat setempat.

Keamanan pangan tidak hanya soal makanan, tetapi juga tentang bagaimana kalian melindungi keluarga sendiri.

Jangan Lupakan Kesehatan Mental

Tekanan akibat kekurangan makanan dapat memengaruhi kondisi psikologis.

Orang yang panik cenderung mengambil keputusan buruk.

Tetaplah:

  • berpikir jernih;
  • menjaga komunikasi keluarga;
  • saling menyemangati;
  • fokus pada solusi.

Semangat untuk bertahan sering kali menjadi pembeda antara mereka yang mampu melewati krisis dan yang menyerah pada keadaan.

Peran Relawan Sangat Penting

Dalam setiap bencana besar, relawan biasanya selalu menjadi salah satu garda terdepan.

Mereka membantu:

  • mendistribusikan bantuan;
  • membuka dapur umum;
  • mengelola logistik;
  • mendata kebutuhan warga;
  • memberikan edukasi kepada masyarakat.

Karena itu, pelatihan kebencanaan dan kesiapsiagaan menjadi investasi yang sangat penting.

Relawan yang terlatih dapat mengurangi dampak krisis sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat.

Penutup

Krisis pangan bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Namun kelaparan massal tidak selalu disebabkan oleh kurangnya makanan.

Sering kali, masalah muncul karena masyarakat tidak siap menghadapi gangguan distribusi, kenaikan harga, atau bencana yang berkepanjangan.

Persiapan sederhana yang dilakukan hari ini, seperti menyimpan stok secukupnya, belajar bercocok tanam, menghemat makanan, serta memperkuat kerja sama dengan lingkungan sekitar, dapat menjadi penentu keselamatan keluarga di masa depan.

Di IDERU, kami percaya bahwa kesiapsiagaan bukan berarti hidup dalam ketakutan. Justru sebaliknya, kesiapsiagaan adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama.

Indonesia akan lebih tangguh jika masyarakatnya siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk ancaman krisis pangan.

Karena ketika semua orang panik, mereka yang telah bersiap akan lebih mampu membantu, bukan hanya bertahan!

 

Penulis: Irvan / 00-0003

 

***************************


Tertarik ingin bergabung dengan IDERU?

Klik aja gambar di bawah ini ya.

 

Gabung ke IDERU Diksarnas 6 2026

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Herry fahlan

    06/07/2026 at 10:31 am

    Ngeri bangat kalo alpa indomaret ampe pada tutup…
    Madura store kudu kuat…

  2. Irawan Wahyudi

    06/07/2026 at 1:31 pm

    PRAY for the BEST, PREPARE for the worst, ALWAYS be PREPARED! ✊🔥🇮🇩

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

krisis pangan apa yang harus dilakukan
Mitigasi Bencana16 hours ago

Jika Terjadi Krisis Pangan: Apa yang Harus Dilakukan Saat Semua Orang Kelaparan?

Gunung Anak Krakatau siaga
Mitigasi Bencana1 day ago

Gunung Anak Krakatau Naik ke Status Siaga, Warga Pesisir Diminta Tetap Tenang dan Waspada

12 Divisi IDERU
Profil Anggota IDERU2 days ago

12 Divisi IDERU: Satu Tim, Banyak Keahlian, Satu Misi Kemanusiaan

Jadi relawan tidak dibayar
Kegiatan IDERU3 days ago

Jadi Relawan kan Tidak Dibayar? Kok Mau Sih?

DIKSARNAS IDERU 6
Kegiatan IDERU6 days ago

Pendaftaran DIKSARNAS VI I-DERU 2026

Gelombang panas di eropa
Mitigasi Bencana2 weeks ago

Gelombang Panas di Eropa: Mengapa Terjadi, dan Apakah Indonesia Akan Terdampak?

Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU5 months ago

Laporan H+52 Tim IDERU Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera

Cara Menyiapkan Ransum Makanan
Mitigasi Bencana5 months ago

Cara Menyiapkan Ransum Makanan 1 Tahun dalam Mitigasi Keadaan Perang

Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU5 months ago

IDERU H+7 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Tanah Longsor Cisarua Bandung
Kegiatan IDERU5 months ago

Laporan IDERU H+6 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung Barat

Perubahan Iklim5 months ago

Ketika Banjir Mengubah Perumahan Menjadi Lautan

Salju Turun di Tanah Papua
Perubahan Iklim5 months ago

Salju Turun di Tanah Papua

Jika Indonesia Blackout
Mitigasi Bencana5 months ago

Jika Indonesia Blackout, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Bencana Tanah Longsor Bandung
Kegiatan IDERU5 months ago

Laporan Kegiatan H+4 Respon Bencana Tanah Longsor Cisarua Bandung

Layanan Kesehatan Gratis IDERU
Kegiatan IDERU5 months ago

Layanan Kesehatan Gratis IDERU Maninjau: Setitik Asa di Tengah Duka

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam
Kegiatan IDERU6 months ago

Sinergi Basarnas IDERU Pecinta Alam & Instansi Tanjung Balai Karimun

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU6 months ago

Respon Bencana Banjir Bandang Sumatera H.8

DPC SP KEP KSPI
Kegiatan IDERU6 months ago

DPC SP KEP KSPI Jakarta Timur Salurkan Donasi Melalui IDERU

Tanggap Bencana Banjir Maninjau
Kegiatan IDERU6 months ago

Laporan Harian IDERU Operasi Tanggap Bencana Banjir Maninjau, 12 Januari 2026.

Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera
Kegiatan IDERU6 months ago

Laporan Respon Bencana Banjir Bandang di Maninjau Sumatera H.1

Naiknya permukaan air laut
Perubahan Iklim6 months ago

Ketika Laut Mulai Menyelinap: Jakarta, Air, dan Pertarungan yang Tidak Seimbang

Mitigasi Bencana6 months ago

Jika Dunia Terbakar: Pesan IDERU untuk Indonesia Tentang Mitigasi Perang Nuklir

Bencana Banjir bandang Sumatera Laporan IDERU Rapid Response
Kegiatan IDERU6 months ago

Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+24

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU7 months ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H+16

Ponpes Al Bina
Kegiatan IDERU7 months ago

Emergency Response Plan di Ponpes Al Bina: Be Ready, Be Safe!

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana7 months ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara
Mitigasi Bencana7 months ago

Virus Nipah Ancaman yang Datang Tanpa Suara

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU7 months ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana7 months ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana7 months ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News7 months ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan7 months ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana7 months ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana7 months ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU7 months ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU8 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan1 year ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana1 year ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana1 year ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana1 year ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana1 year ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan1 year ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU1 year ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU1 year ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik1 year ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan1 year ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity1 year ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity1 year ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival1 year ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Kamu Celaka

Basic Survival Kit
Survival1 year ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Gabung IDERU Yuk!

Daftar Diksarnas IDERU