Senin, 2 Februari 2026 Pukul 09.00–18.00 WIB. Hari ke-52 pasca banjir bandang Sumatera di wilayah Maninjau dan Sungai Batang menjadi penanda bahwa kerja kemanusiaan belum selesai.
Fokus Kegiatan
Di tengah cuaca yang cerah, tim IDERU bersama potensi relawan lokal, kembali mengaktifkan Pos Giat IDERU dan melanjutkan upaya pemulihan yang paling mendasar, yakni memastikan akses air bersih bagi warga.
Kegiatan difokuskan di dua titik utama, Pos Giat IDERU Jorong Gasang Kanagarian Maninjau serta Jorong Labuah Kanagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Aktivasi Pos dilakukan untuk menjaga koordinasi lapangan, sementara pengerjaan bak kontrol dimulai sebagai bagian dari pemulihan sistem sumber air yang rusak akibat banjir bandang.
Pada hari ini, tim bersama masyarakat Tapian Kubu Tangah memulai pembuatan bak kontrol di sumber air Pincuran Tujuah. Proses dimulai dengan pembuatan mal atau rangka bak karena metode yang digunakan adalah cor beton.
Hingga sore hari, pekerjaan telah mencapai tahap penyelesaian dasar dan dinding bak, serta sebagian isian dinding. Pekerjaan akan dilanjutkan esok hari dengan harapan bak kontrol dapat segera difungsikan untuk kebutuhan warga.
Laporan Dampak Bencana
Dampak bencana di Kanagarian Maninjau dan Sungai Batang masih sangat terasa. Di Jorong Bancah, tercatat puluhan rumah warga mengalami kerusakan dari kategori sedang hingga berat.
Di Jorong Kubu Baru dan Jorong Pasar Maninjau, kerusakan berat juga mendominasi, sementara di Jorong Labuah Sungai Batang, selain kerusakan rumah, tercatat puluhan rumah hilang tersapu banjir. Fasilitas umum seperti mushalla, masjid, sekolah dasar, madrasah, taman kanak-kanak, serta sumber air bersih turut terdampak.
Ratusan kepala keluarga dengan ribuan jiwa masih berada dalam kondisi rentan.
Di antara mereka terdapat bayi, balita, lansia, anak usia sekolah, serta korban meninggal dan hilang yang meninggalkan duka mendalam bagi komunitas setempat. Kondisi ini menjadikan kebutuhan air bersih sebagai prioritas paling mendesak, disertai kebutuhan bak penampungan atau toren serta pipa HDPE untuk mendukung distribusi air.
Sumberdaya yang Tersedia
Dalam pelaksanaan kegiatan hari ini, tim menggunakan sumber daya terbatas berupa satu unit motor, dua helm keselamatan, dan dua unit intercom. Personel yang terlibat berjumlah dua orang, terdiri dari satu personel IDERU dan satu personel Potensi IDERU, bekerja bersama masyarakat lokal yang turut bergotong royong di lapangan.
Untuk esok hari, rencana kegiatan meliputi aktivasi Pos lanjutan, droping material, pengerjaan bak penampungan air bersih, serta penggalangan potensi relawan di lapangan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses air bersih dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Pos Giat IDERU berlokasi di Jorong Gasang, KanagaBrian Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Seluruh kegiatan terus dikoordinasikan melalui Pos Giat ini sebagai pusat respon dan komunikasi.
Di hari ke-52 pasca banjir bandang Sumatera ini, kerja yang dilakukan mungkin tampak sunyi dan jauh dari sorotan. Namun dari bak kontrol yang dicor perlahan, dari pos yang terus dijaga, dan dari kolaborasi antara relawan dan warga, harapan itu tetap mengalir. Seperti air bersih yang sedang diupayakan, pemulihan akan terus berjalan, setahap demi setahap, hingga kehidupan kembali pulih.