Connect with us

Mitigasi Bencana

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Published

on

Terkena Rabies

Kamu mungkin pernah denger soal rabies, tapi kebanyakan orang baru panik setelah digigit hewan, terus baru sadar pentingnya vaksin atau penanganan cepat. Padahal, rabies itu bukan penyakit receh, bro. Sekali gejalanya muncul, peluang kamu buat selamat itu hampir zero! Jadi penting banget buat tahu cara nanggepin terkena rabies sejak awal.

Apa Itu Rabies Atau Anjing Gila?

Rabies itu penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga Lyssavirus, biasanya nyebar lewat air liur hewan yang terinfeksi, kayak anjing, kucing liar, kera, bahkan kelelawar. Penularannya paling sering sih lewat gigitan. Tapi kamu juga bisa terkena rabies kalau air liur hewan (yang terinfeksi) itu masuk ke luka terbuka atau selaput lendir (kayak mata atau mulut).

 

Gejala Awal Rabies

Gejala awal rabies itu mirip kayak flu. Kamu bisa ngerasa:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Lemes
  • Gatal atau kesemutan di area gigitan

Setelah itu, virusnya bakal nyerang sistem saraf pusat. Dan di titik ini, gejalanya berubah jadi serem banget:

  • Cemas berlebihan
  • Halusinasi
  • Takut air (hidrofobia)
  • Otot kejang
  • Lumpuh
  • Terakhir: koma → meninggal

Begitu gejala neurokamugis muncul, tingkat kematiannya bisa sampai 99%. Jadi nggak ada alasan buat nunda penanganan!

 

Fase Inkubasi

Yuk, kita bedah bareng fase-fase infeksi rabies biar kamu gak cuma paham, tapi juga bisa bantu edukasi orang lain.

  1. Masa Inkubasi: Diam-diam Mematikan

Di fase ini, virus rabies udah masuk ke tubuh tapi belum nunjukin gejala. Rata-rata inkubasinya 1–3 bulan, tapi bisa juga cuma seminggu atau malah setahun—tergantung di mana kamu digigit dan seberapa banyak virusnya masuk.

Gejalanya? Gak ada sama sekali. Kamu bakal ngerasa sehat-sehat aja padahal virusnya udah mulai nyebar pelan-pelan lewat sistem saraf.

  1. Fase Prodromal: Awal yang Menipu

Ini fase yang biasanya bikin orang salah paham. Gejalanya mirip flu—demam, lemes, mual, dan kadang muntah. Tapi yang paling khas, ada sensasi aneh di bekas gigitan kayak nyeri, kesemutan, atau gatal.

Durasi: 2–10 hari. Waspada kalau kamu abis digigit hewan dan muncul gejala kayak gini.

  1. Penyakit Neurokamugis Akut: Di Sini Mulai Gawat

Di fase ini, virus udah nyampe otak. Ada dua tipe respons yang bisa muncul:

  1. Rabies Ensefalitik (80% kasus)

Penderitanya bisa tiba-tiba cemas berat, gelisah gak jelas, halusinasi, bahkan takut air alias hidrofobia. Tubuh juga bisa masuk mode ‘error’ karena sistem saraf otonomnya terganggu.

  1. Rabies Paralitik (20% kasus)

Tipe ini lebih kalem tapi gak kalah bahaya. Awalnya kayak lemes biasa, tapi lama-lama bisa bikin kelumpuhan total alias quadriparesis. Wajah pun bisa ikut lumpuh.

Durasi di fase ini antara 2–10 hari. Cepat banget progresnya.

  1. Koma dan Kematian: Akhir Tragis yang Bisa Dicegah

Kalau udah masuk ke fase ini, harapannya tipis banget. Pasien biasanya jatuh koma dalam beberapa hari dan meninggal 2–10 hari setelah gejala pertama muncul. Pemulihan? Hampir mustahil.

 

Langkah Cepat Setelah Digigit Hewan

Oke, misalnya kamu abis digigit hewan yang berisiko terkena rabies. Jangan panik, tapi juga jangan santai. Lakuin ini:

  1. Cuci Luka Secepatnya
    Pakai sabun dan air mengalir minimal 15 menit. Tambahin antiseptik kayak povidone iodine kalau ada. Lakukan tindakan ini sambil kasih tau orang terdekat apa yang terjadi dan suruh mereka siapkan kendaraan sambil kasih tau rumah sakit mana yang akan dituju, ini akan menghemat waktu.
  2. Datang ke Fasilitas Kesehatan
    Langsung ke puskesmas atau rumah sakit buat dapet vaksin rabies (Post Exposure Prophylaxis / PEP). Jangan tunggu-tunggu. Makin cepat vaksin masuk, makin besar peluang kamu selamat.
  3. Dapetin Serum Anti Rabies (SAR)
    Kalau lukanya berat atau gigitan di area yang berisiko tinggi (kayak kepala atau leher), kamu butuh suntikan serum juga buat netralisir virus yang udah mulai nyebar.
  4. Pantau Hewannya
    Kalau hewan yang nyerang bisa dikandangkan, observasi selama 10 hari. Kalau dia baik-baik aja, risiko rabiesnya kecil. Tapi kalau ilang atau mati, anggap aja dia positif rabies dan ikutin protokol lengkap.

 

Catatan Penting

Menurut WHO dan berbagai sumber medis terpercaya, rabies tetap jadi salah satu penyakit zoonosis paling mematikan di dunia. Tapi berita baiknya: bisa dicegah 100% kalau ditangani dengan cepat dan tepat.

Jangan Remehin Vaksinasi Hewan

Kalau kamu pelihara anjing atau kucing, pastiin mereka dapet vaksin rabies secara rutin. Itu nggak cuma ngelindungin mereka, tapi juga kamu dan orang-orang di sekitar kamu. Dan please banget, kalau ada hewan liar yang keliatannya agresif atau aneh, laporin ke dinas terkait. Jangan coba-coba sok pawang deh!

Fakta Tambahan Buat Kamu Tahu

  • Indonesia masih masuk negara dengan kasus terkena rabies yang tinggi, terutama di daerah-daerah terpencil.
  • Tiap tahun, ribuan orang meninggal gara-gara rabies karena telat dapet penanganan.
  • Anak-anak paling sering jadi korban karena mereka suka main sama hewan tanpa mikir risiko.

 

Terkena Rabies Bukan Hal Sepele!

Jadi, intinya kamu nggak bisa anggap enteng rabies. Ini bukan penyakit yang bisa kamu “tunggu dan lihat”. Sekali kena, waktunya mepet dan kamu harus cepet ambil tindakan. Edukasi diri kamu dan orang-orang di sekitar kamu, karena pencegahan selalu lebih gampang daripada nyesel di belakang.

Ada baiknya juga, mulai sekarang kamu mencari tau juga, fasilitas kesehatan mana saja yang mempunyai serum anti rabies, karena belum tentu juga fasilitas yang terdekat memilikinya.

Kalau kamu peduli sama lingkungan, hewan, dan keselamatan orang-orang, mulai dari hal simpel kayak vaksinasi hewan dan tau cara nanggepin gigitan bisa bikin perbedaan besar. Jangan tunggu sampai ada korban baru buat kamu mulai peduli.

Berikut ini video tentang rabies atau anjing gila dari channel “Ini Kata Dokter”

 

Bahaya Rabies!!

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Dalam Senyap IDERU Tetap Bergerak – Laporan IDERU Rapid Response Banjir Bandang Sumatera H.16

IDERU Banjir Bandang Sumatera
Kegiatan IDERU3 weeks ago

Catatan Lapangan IDERU dari Banjir Bandang Sumatera: Ketika Air Mengambil Segalanya

kegagalan komunikasi bencana
Mitigasi Bencana3 weeks ago

Krisis Kegagalan Komunikasi Bencana di Sumatera: Saat Sosmed Lebih Dipercaya Dibanding Komunikasi Pemerintah

Trauma Psikologis Para Penyintas
Mitigasi Bencana4 weeks ago

Trauma Psikologis Para Penyintas: Sering Terlihat… tapi Tidak Pernah Dibahas

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News4 weeks ago

Waspada Banjir Rob Natuna 5–10 Desember: Warga Pesisir Diminta Siaga

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang
Konservasi dan Lingkungan4 weeks ago

Mangrove Garda Terdepan Saat Badai Datang

Fenomena Langka di Selat Malaka Siklon Tropis Senyar dan Koto
Mitigasi Bencana1 month ago

Fenomena Langka di Selat Malaka: Siklon Tropis Hadir di Tempat yang Tak Biasa

90 Hari Pertama Pasca Bencana
Mitigasi Bencana1 month ago

90 Hari Pertama Pasca Bencana: Apa yang harus dilakukan?

Pray for Sumatera
Kegiatan IDERU1 month ago

Pray for Sumatera: Duka Bersama, Aksi Bersama

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan
Kegiatan IDERU2 months ago

IDERU Payakumbuh Berbagi Ilmu Pertolongan Pertama untuk Relawan

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan
Konservasi dan Lingkungan9 months ago

Bambu Bisa Jadi Penyelamat Lingkungan: Berikut 11 Alasannya

Teknologi AI Untuk Relawan
Mitigasi Bencana9 months ago

Teknologi AI Untuk Relawan: 6 Alasan Kenapa Kita Harus Memakainya

AI Bisa menimbulkan bencana sosial
Mitigasi Bencana9 months ago

7 Hal penting Kenapa AI Bisa Menimbulkan Bencana Sosial

Kalau Perang Nuklir Terjadi
Mitigasi Bencana9 months ago

Kalau Perang Nuklir Terjadi, Kita Harus Ngapain?

Terkena Rabies
Mitigasi Bencana9 months ago

Terkena Rabies dan Cara Penanganannya: Jangan Sampai Telat!

Bahaya yang Mengintai di Dapur
Mitigasi Bencana9 months ago

Bahaya yang Mengintai di Dapur

pisang terancam punah
Konservasi dan Lingkungan9 months ago

Pisang Terancam Punah: Ancaman dan Penyebabnya

Apel Siaga Lebaran
Kegiatan IDERU9 months ago

Apel Siaga Lebaran USS BASARNAS Banyumas, IDERU, BHV

Cilacap Ramadhan Camp
Kegiatan IDERU9 months ago

Ramadhan Camp: Edukasi Lingkungan di Bulan Suci

Fire Starter
Tips and Trik9 months ago

Panduan Lengkap Penggunaan Fire Starter atau Fire Striker

Tanaman Kaliandra
Konservasi dan Lingkungan9 months ago

Tanaman Kaliandra: Invasif atau Sumber Energi Terbarukan?

Memilih Pisau Survival
Outdoor Activity9 months ago

Memilih Pisau Survival yang Tepat

panduan memilih tenda
Outdoor Activity9 months ago

Panduan Memilih Tenda Backpacking yang Tepat

Mitos Survival
Survival9 months ago

10 Mitos Survival yang Bisa Bikin Lo Celaka

Basic Survival Kit
Survival9 months ago

Basic Survival Kit: Peralatan EDC Wajib Bertahan di Alam Liar

Memilih Pisau Survival
Survival9 months ago

50 Tips Survival: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

setiap orang harus belajar survival
Survival9 months ago

Kenapa Setiap Orang Harus Belajar Survival, Bahkan yang Tinggal di Kota?

REDD+ di Indonesia
Perubahan Iklim9 months ago

REDD+ di Indonesia Itu Program Apa Sih: Penting Banget Ya?

andai dunia tanpa relawan
Volunteer9 months ago

Andai Dunia Tanpa Relawan: Kebayang Kacaunya Kayak Apa?

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian
Survival9 months ago

Pentingnya Buddy System dalam Pendakian

Carbon Trading Adalah
Perubahan Iklim10 months ago

Carbon Trading: Istilah Apa Lagi Tuh?

Pajak Karbon Apaan Sih
Perubahan Iklim10 months ago

Pajak Karbon Apaan Sih: Solusi Jitu atau Beban Baru?

Tips Mudik Aman
Tips and Trik10 months ago

Tips Mudik Aman: Biar Perjalanan Selamat Sampai Tujuan

teknik survival di hutan
Survival10 months ago

Teknik Survival di Hutan: Panduan Bertahan Hidup di Belantara

Persiapan sebelum memulai pendakian
Outdoor Activity10 months ago

Persiapan Sebelum Memulai Pendakian

Cara Bikin Api Saat Survival
Survival10 months ago

Cara Bikin Api Saat Survival

Bumi lagi sakit parah
Perubahan Iklim10 months ago

Bumi Lagi Sakit Parah, Kita Mau Cuek Aja?

Teknik survival di pantai
Survival10 months ago

Teknik Survival di Pantai: Cara Bertahan Hidup di Alam Liar

Mitos dan Fakta Penanggulangan Bencana
Mitigasi Bencana10 months ago

Mitos dan Fakta Seputar Penanggulangan Bencana

10 Tindakan saat kompor gas bocor
Mitigasi Bencana10 months ago

10 Tindakan Darurat Saat Kompor Gas Bocor

Kain Sisa Jadi Kreasi
Profil Anggota IDERU10 months ago

Dari Kain Sisa Jadi Kreasi Cantik: Perjalanan Menjahit Bunda Yuli

Kegiatan Pembersihan Masjid
Kegiatan IDERU10 months ago

Kegiatan Pembersihan Masjid Bersama IDERU Pasca-Banjir Bekasi

Banjir besar Bekasi
Kegiatan IDERU10 months ago

Banjir Besar Bekasi Maret 2025 Operasi Evakuasi IDERU

Strategi Penanggulangan Bencana oleh Kalaksana BPBD Natuna Raja Darmika - Waspada Banjir Rob Natuna
News10 months ago

Strategi Penanggulangan Bencana saat Efisiensi di BPBD Kab. Natuna

Kesiapsiagaan Bencana untuk Sekolah
Mitigasi Bencana10 months ago

Kesiapsiagaan Bencana untuk Sekolah: Panduan untuk Guru dan Siswa

Sampah akibat banjir besar
News10 months ago

Sampah Akibat Banjir Besar Bekasi 2025 Mulai Menumpuk

Jika suhu bumi naik
Perubahan Iklim10 months ago

Jika suhu bumi naik hingga 1,5 derajat celcius

Efek buruk perubahan iklim
Perubahan Iklim10 months ago

20 Efek Buruk Akibat Perubahan Iklim

Perubahan iklim itu apa sih?
Perubahan Iklim10 months ago

Perubahan iklim itu apa sih?

mitigasi bencana tsunami
Mitigasi Bencana11 months ago

Mitigasi Bencana Tsunami